Postingan

Membuka Jalan ke Timur: Catatan Perjalanan Muktamar

Gambar
Perjalanan ini dimulai dari ujung barat Indonesia. Rabu siang, 26 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB, roda pesawat Super Air Jet meninggalkan landasan Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda. Transit singkat di Jakarta menjadi jeda sejenak sebelum kami kembali mengudara menuju Surabaya. Pukul 20.00 WIB, langkah kaki akhirnya menapak di Bandara Juanda. Hari pertama ditutup dengan kehangatan perjumpaan bersama rekan-rekan yang sudah tiba lebih dulu di News Hotel Sidoarjo—sebuah awal dari perjalanan panjang yang sarat makna. Kamis pagi, 27 Agustus 2026, kami bergerak meninggalkan Sidoarjo menuju Jombang. Di tengah perjalanan, kami menyempatkan diri singgah menikmati makan siang bersahaja di rumah makan Padang pinggir jalan. Santap siang ini bukan sekadar mengisi tenaga, tetapi juga menjadi ruang hangat untuk berbagi cerita sebelum menyatu dengan ribuan peziarah dan peserta perhelatan besar di tanah santri. Setibanya di Jombang, atmosfer khidmat Muktamar NU ke-35 begitu terasa di Pesantren Ba...

Catatan Singkat dari Jendela Lantai 15 di Kuala Lumpur

Gambar
Setelah sekian lama blog ini berdebu dan ditinggalkan di sudut digital, rasanya ada semacam kerinduan untuk kembali menyusun kata demi kata. Lucunya, dorongan untuk menulis lagi justru muncul saat saya berdiri di depan jendela kaca kamar 1513, lantai 15, menatap megahnya Petronas Twin Towers yang berkilau di kegelapan malam. Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan biasa. Ini adalah momen perdana saya menginjakkan kaki di luar negeri. Ada rasa canggung sekaligus antusias saat memegang paspor yang sudah "menganggur" selama setahun penuh sejak dibuat. Akhirnya, pada Minggu siang, 12 Oktober 2025, pesawat saya lepas landas dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, membawa saya menuju babak baru. Malam Pertama di Negeri Jiran Mendarat di Kuala Lumpur sekitar pukul 20.00, pengalaman pertama yang saya rasakan adalah mengantri di imigrasi, sebuah ritual wajib yang ternyata cukup memberikan kesan tersendiri bagi pendatang baru seperti saya. Setelah urusan administrasi seles...

Dari Jakarta, Kembali Membawa Makna

Gambar
Terkadang, perjalanan paling berkesan bukanlah yang sudah lama direncanakan, melainkan yang datang tiba-tiba, ibarat petir di siang bolong, mengejutkan namun penuh cahaya. Itulah yang saya rasakan ketika mendadak mendapat amanah untuk mendampingi Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh dalam perjalanan dinas ke Jakarta, 19 hingga 23 Mei 2025. Tak ada banyak waktu untuk bersiap, hanya cukup untuk menata hati agar siap menerima amanah ini sebagai bagian dari tugas. Perjalanan ini punya tujuan utama: penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UIN dan Kementerian Ekonomi Kreatif yang berlangsung pada Selasa, 20 Mei 2025 di Hall Connext Nine Space, Autograph Tower, Jakarta. Acara ini turut dihadiri langsung oleh Menteri Teuku Riefky Harsya, sosok muda yang begitu inspiratif. Saya menyaksikan bagaimana komunikasi akademik dan institusional dibangun dengan penuh kehangatan dan visi besar untuk masa depan generasi kreatif Indonesia. Pada hari yang sama, kami bertemu dengan Wakil Menteri Komun...

Antara Amanah dan Belajar Tanpa Henti

Gambar
Selasa sore, 11 Maret 2025. Saya membuka grup WhatsApp kantor sekadar membaca lalu lintas pesan. Tapi senja itu ada yang berbeda. Sebuah screenshot surat keputusan Rektor muncul di layar. Nama saya tercantum jelas, ditunjuk sebagai Ketua Subtim Fungsi Kerjasama dan Kelembagaan di Biro AAKK. Sejenak saya terdiam. Antara percaya dan belum sepenuhnya yakin. Nama itu memang saya, tetapi hati saya masih bertanya-tanya. Benarkah saya sudah layak untuk ini? Keesokan harinya, Rabu 12 Maret 2025, saya dipanggil langsung oleh Kepala Biro ke ruangannya. Dengan tenang dan tegas, beliau menyampaikan secara resmi bahwa saya diminta untuk memegang amanah sebagai Kasubtim Fungsi Kerjasama dan Kelembagaan. Saya mengangguk perlahan, menerima dengan tenang namun penuh gelombang di dalam hati. Jujur, saya bukan orang yang sarat pengalaman dalam urusan kelembagaan, apalagi dalam hal menjalin kerjasama strategis antarinstansi. Namun, hidup memang tak selalu menunggu kita merasa siap. Kadang, justru ada kala...

Jejak Harapan di Balik Visitasi

Gambar
Kemarin, saya berkesempatan mengikuti dua kegiatan penting di kampus: visitasi asesor untuk pembukaan program studi (prodi) baru jenjang S3 dan visitasi asesor dalam rangka akreditasi prodi jenjang S2. Dua kegiatan ini memberikan saya banyak pelajaran, tidak hanya sebagai seorang pekerja di kampus, tetapi juga sebagai bagian dari sistem pendidikan yang terus berusaha berkembang. Visitasi pembukaan prodi baru S3 adalah momen yang penuh dengan harapan dan tantangan. Di satu sisi, ada semangat untuk memperluas kesempatan pendidikan tinggi, khususnya di tingkat doktoral, yang diharapkan dapat melahirkan para pemikir dan peneliti andal. Namun, di sisi lain, saya mempelajari bahwa membuka prodi baru bukanlah sekadar urusan administratif. Ada tanggung jawab besar di baliknya: memastikan bahwa prodi tersebut benar-benar siap secara kurikulum, sumber daya manusia, dan fasilitas. Sebagai bagian dari sivitas kampus, saya merasa bangga melihat bagaimana kampus berusaha memenuhi semua stand...

Seuntai Hikmah tentang Amanah

Gambar
Hari ini, Jumat (31/1/2025) seperti biasa, saya memulai pagi dengan rasa syukur karena Allah SWT masih memberikan kesempatan kepada saya untuk menghirup udara segar, melangkahkan kaki ke kampus tempat saya bekerja, dan menyaksikan sebuah momen penting: pelantikan pejabat baru. Acara ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi juga menjadi pengingat betapa besar tanggung jawab yang diberikan kepada manusia, terutama dalam konteks amanah. Beberapa wajah baru tampak bersemangat menerima jabatan mereka. Ada senyum, harapan, dan tekad yang terpancar dari raut wajah mereka. Namun, di sisi lain, saya juga melihat beberapa pejabat yang sebelumnya memegang jabatan, kini harus melepaskannya. Dalam momen seperti ini, saya teringat firman Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 26: "Katakanlah: Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki." Amanah adalah sesuatu yang berat. Rasululla...

Secangkir Kopi dan Jejak Langit

Gambar
Pagi itu, di sudut warung kopi "Rumoh Aceh" UIN Ar-Raniry, saya menikmati secangkir kopi bersama seorang guru (dosen saya) dan beberapa rekan kerja. Percakapan kami mengalir hangat, dari obrolan ringan hingga pembahasan yang lebih mendalam. Topik yang akhirnya menjadi pusat diskusi adalah peristiwa Isra Mikraj, sebuah perjalanan luar biasa yang dialami Nabi Muhammad SAW, yang bukan hanya sekadar mukjizat, tetapi juga penuh dengan hikmah bagi kehidupan manusia.   Isra Mikraj adalah perjalanan spiritual yang membawa Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha, tempat yang tidak bisa dijangkau oleh makhluk biasa. Dalam perjalanan tersebut, beliau menerima perintah shalat lima waktu, sebuah anugerah yang menjadi kewajiban bagi umat Islam hingga hari ini. Dalam obrolan kami, guru saya mengatakan bahwa Isra Mikraj bukan hanya tentang perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin, perjuangan, dan keteguhan hati. Saat itu, Rasulullah SAW ...